Slider Widget

Responsive Ad

Museum Pos, Antara Wisata Sejarah, Hobi, dan Mistis oleh - tempatwisatadibandung.online

Halo sahabat selamat datang di website tempatwisatadibandung.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Museum Pos, Antara Wisata Sejarah, Hobi, dan Mistis oleh - tempatwisatadibandung.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Jalan-jalan di kota Bandung tak puas rasanya kalau belum mengunjungi museum-museum yang ada di sana. Di Kota Kembang yang penuh cerita sejarah ini, museum adalah tempat yang bisa dikunjungi untuk melihat perkembangan dunia. Setidaknya bagi saya, museum adalah media penjelajah waktu yang bisa digunakan untuk melihat masa lalu. Nah pada saat cuti, saya sempatkan untuk berkunjung ke museum yang sering saya lewati tanpa sempat saya datangi ini. Museum yang saya kunjungi ini berada di Jalan Cilaki no. 73 Bandung, namanya Museum Pos. Bangunan Museum Pos diapit oleh bangunan megah yang menjadi landmark provinsi Jawa Barat, yakni Gedung Sate.

Tidak sulit untuk mencapai museum ini. Damri dan angkutan kota lainnya lewat kawasan ini. Selain itu, saat ini kita dimudahkan dengan adanya ojek online yang lebih praktis karena bisa langsung sampai di lokasi. Tapi kalau kamu ingin menjejalahi Kota Bandung, maka baiknya gunakan transportasi umum saja. Karena moda transportasi ini punya rutenya sendiri yang memungkinkan kamu untuk melihat kawasan lain yang dilewati.

Saya paparkan sedikit mengenai sejarah singkat bangunan ini. Jadi, Museum Pos ini berada di bagian sebuah bangunan bergaya art deco yang dibangun pada masa Belanda menguasai Hindia Belanda. Sekitar tahun 1930an bangunan ini sudah berdiri dengan nama Post Telegraf Telefon. Biar lebih praktis, orang-orang menyebutnya PTT. Orang Belanda yang bernama J. Berger dan Leutdsgeboudienst, ditunjuk sebagai arsiteknya. Sebelum jadi museum, bangunan ini sempat terbengkalai yang menyebabkan benda-benda pos rusak. Lalu PT Pos dan Giro menyelamatkan koleksi-koleksi tersebut lewat sebuah yayasan yang dibuat dengan tujuan memperbaiki dan merawat benda-benda bersejarah yang nantinya akan dijadikan sebagai koleksi museum. Lalu di tahun 1983, resmilah Museum Pos berdiri.

Pintu masuk ke Museum.

Museum pos ini berada satu atap dengan bangunan sebelah kanannya yang dijadikan sebagai kantor pos besar. Kamu bisa memarkir kendaraanmu (kecuali bus) di lahan parkir yang berada tepat di depan museum. Tepat berada di sebelah kiri bangunan ini, kamu akan lihat prangko pertama yang terbit di Hindia Belanda bergambar Raja Willem III yang terpampang di pintu masuk museum. Di atasnya terdapat tulisan besar Museum Pos dengan font berwarna oranye khas kantor pos Indonesia. Untuk masuk ke sana, kamu harus mengisi daftar kunjungan. Tidak ada harga tiket masuk yang ditarif oleh pihak pengelola museum, alias gratis! Oh ya, di meja itu terdapat leaflet yang berisi informasi mengenai museum yang bisa kamu bawa pulang.

Setelah mengisi buku daftar pengunjung, kamu bisa langsung masuk dan menikmat koleksi museum. Dari awal pintu masuk kamu akan disambut oleh sebuah lorong panjang. Di situ terdapat berbagai macam jenis bus surat dan moda pengantaran surat dari berbagai negara dan wilayah di Nusantara. Bus surat itu dipajang berurutan sesuai periode dari periode awal sampai ke periode modern. Di ujung lorong itu ada mesin pencetak prangko. Bentuknya mirip mesin ATM di masa sekarang. Ada caption berisi petunjuk penggunaan mesin cetak prangko tersebut di pinggirnya. Dari koleksi bus surat di lorong itu ada satu bus surat yang menurut saya menarik. Bus surat yang terbuat dari plat besi itu digunakan di kantor pos Irian Barat. Tak tanggung-tanggung beratnya mencapai kurang lebih 75kg! Pastilah kuat.

Bergeser ke sebelah kiri dari lorong, ada ruang pamer utama. Di ruang ini dipamerkan beragam koleksi prangko-prangko dari berbagai negara dan periode. Prangko-prangko tersebut disimpan rapi pada album dan vitrin berdiri. Jangan lupa untuk menutup kembali slide-nya kalau sudah selesai melihat koleksi prangkonya. Di ruang pamer ini, selain koleksi prangko, di sini ada juga peralatan pos seperti timbangan surat, mesin stensil, mesin hitung, cap pos, dan surat-surat emas dari raja-raja di Nusantara yang ditujukan kepada Gubernur Jendral Inggris Thomas Stamford Bingley Raffles. Semuanya masih tersimpan rapi.

Sepeda yang digunakan oleh Tukang Pos mengirim surat dan paket.

Di museum pos ini tidak hanya ada perangko dan benda-benda pos lainnya, pengelola museum menambahkan patung diorama ke dalam koleksi museum. Patung ini menggambarkan adegan Pak Pos mengantarkan surat kepada seorang warga penerima, tentunya adegan itu diambil dari suasana pada zaman dulu saat Pak Pos masih menggunakan sepeda untuk mengantarkan surat dan paket. Saya baru tahu kalau sepeda yang digunakan oleh Pak Pos itu berbeda-beda jenisnya. Di area dekat patung diorama tersimpan beberapa jenis sepeda yang tercatat sempat digunakan oleh para pengirim surat itu.

Selama berkeliling di museum ini kamu bisa sambil mendengarkan rekaman audio berisi penjelasan mengenai sejarah museum pos dan perkembangan pos secara keseluruhan. Audio tersebut keluar dari sumber suara yang dipasang di sudut-sudut ruang pamer. Jadi sekalipun kamu awam terhadap benda-benda pos dan sejarah komunikasi di khususnya di Hindia Belanda, dengan adanya audio sebagai fasilitas pelengkap museum ini, kamu bisa dapat penjelasan mengenai benda-benda yang ada di sana.

Oh ya, Museum Pos ini buka dari hari Senin-Jumat dari pukul 08.00 â€" 17.00. Pastikan kamu memasukan Museum Pos ini ke dalam satu dari daftar tempat yang akan kamu kunjungi. Museum ini punya koleksi lengkap. Selain memberi pelajaran historis, bagi seorang filatelis, tempat ini adalah surga yang bisa kamu kunjungi ketika ingin melihat koleksi kuno prangko dari berbagai negara. Satu lagi, jika kamu menyukai suasana mistis khas bangunan lama, silahkan kunjungi tempat ini. Menarik sekali.

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Museum Pos, Antara Wisata Sejarah, Hobi, dan Mistis oleh - tempatwisatadibandung.online dan sekianlah artikel dari kami tempatwisatadibandung.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

0 Komentar